"Kembali"


Entah berapa sering kita melakukan kesalahan. Entah berapa banyak dosa yang terus saja kita tumpuk hingga menggunung.
Hati yang terlahir suci kini telah menghitam akibat dosa. Hati yang terlahir penuh kepekaan panggilan Illahi kini mulai abai.
Setiap kali menginginkan sesuatu, kita mencari jalan logika untuk memenuhinya. Setiap kali mendapati masalah, kita menelusuri seisi dunia untuk mencari soluainya.
Kita mulai lupa, bahwa segala yang terjadi adalah sudah seizin Allah. Kita sudah kadung kalut untuk sekedar tenang dan mengintrospeksi diri akan kelalaian yang mungkin jadi penyebab timbulnya masalah. Iman kita mulai tipis, tak lagi segera menggelar sajadah, tak lagi bersimpuh menegadahkan tangan meminta pertolongan pada Sang Maha. Kita justru terus dan terus menjauh tanpa pernah berfikir untuk kembali.
Padahal, hanya Allah yang Maha memiliki segala sesuatu. Allah mampu melenyapkan kesusahan yang kita derita sekejap mata, Allah bisa menghilangkan duka dan gelisah dalam satu detik sahaja. Lalu mengapa kita masih saja menyibukkan diri dengan selainNya? Lalu mengapa kita lebih percaya pada upaya dibanding mendahulukan taubat dan doa?

Bukankah firmanNya telah jelas dalam hadits Qudsy; "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada diri-Ku. Aku bersamanya setiap kali ia mengingat-Ku. Jika ia mendekati - Ku dalam jarak sejengkal, maka aku mendekatinya dengan jarak satu hasta. Jika ia mendekat kepada-Ku dalam jarak satu hasta, Aku akan mendekat padanya dalam jarak satu depa. Apabila ia datang kepada - Ku dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari-lari kecil.”
Mulai hari ini, yuk biasakan mendahulukan Allah sebelum berupaya.  
Bersegera dalam memenuhi panggilan-panggilanNya.
Berrsegera untuk menjalankan perintah dan mengejar cinta-Nya


  


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Alasan Mengapa Merantau Membuat Kamu Menjadi Pribadi Yang Tangguh

Belajar Dari Awak

Adab Dalam Ilmu