BAGAIMANA KITA BELAJAR PADA KEHIDUPAN ?
BAGAIMANA KITA BELAJAR PADA KEHIDUPAN ?
Hidup sejatinya adalah perjuangan yang tak pernah selesai. Problematika hidup senantiasa menghampiri dengan bentuk yang bervariasi. Tak pernah berhenti, bahkan kadang memaksa kita terjeram, tersingkir, dan kehilangan. Kerasnya kehidupan dan berbagai kondisi yang memprihatinkan ini pula yang mendorong seorang Muhammad SAW melarikan diri dalam dekapan perenungan panjang. Perenungan untuk menyingkap, kehendak apa yang sebenarnya ingin diungkapkan dari balik tabir kehidupan yang begitu membingungkan.
Akhirnya tabir itu pun tersibak dengan satu kata kunci, Iqra. Kata yang menyuruh manusia selalu membaca, gerangan kehendak apa yang tersirat dalam setiap problematika kehidupan. Agar setiap insan senantiasa menyadari bahwa ada kehendak yang Mahatinggi, di balik seluruh fenomena yang terbentang di hadapan. Kata ini pulalah yang mengajarkan manusia untuk belajar, membaca, dan mamahami, ilmu apa yang sebenarnya ingin Allah berikan pada kita. Setelahnya, menyusul perintah Allah untuk segera bangun dan menyingkirkan selimut kemalasan yang membelenggu jiwa raga.
Ini adalah runtutan pembelajaran yang ingin Allah berikan kepada manusia. Pertama, manusia harus lebih sering iqra (membaca) makna kehidupan yang Allah sisipkan di seluruh penciptaanNya. Kemudian, belajar tak cukup hanya membaca, lalu menyimpan pengertian itu untuk diri sendiri saja. Belajar baru dikatakan berhasil manakala membuahkan karya nyata. Untuk menghasilkan sesuatu yang nyata itulah, dibutuhkan sebuah aktivitas yang mengharuskan seseorang beranjak, aktif, tak cuma diam. Belajar harus bergerak, dilakukan, untuk membuahkan karya yang berguna.
Inilah prisip belajar yang diajarkan oleh Allah, sejak awal kerasulan Muhammad SAW. Prinsip ini disampaikan tak hanya untuk seorang Muhammad SAW, tetapi untuk semua wakil Allah di muka semesta. Sebuah pola yang jaga harus diikuti oleh manusia-manusia sesudah Muhammad SAW, karena ilmu itu tidak akan pernah menjadi cahaya, bila ia tak membawa manfaat untuk orang lain.
MAKA, BILA HIDUP ADALAH SEBUAH PERJUANGAN, MARILAH BELAJAR DI SETIAP TAHAPNYA, UNTUK MEMBUAT SEGALA SESUATU LEBIH BAIK.
(Buku : SAPA)
Depok, 21 Januari 2019

Komentar
Posting Komentar