Waktu Terbaik


Dalam obrolan pada suatu malam, seorang teman bercerita tentang perasaannya. Ia mengaku cemas akan dirinya sendiri ketika kita mendapati teman-temannya telah mencapai inin dan itu lebih cepat dari dirinya. Soal apa? Tentang banyak hal 😊 salah satunya soal melanjutkan pendidikan, mendapatkan pekerjaan, membuka usaha dan menggenapkan hidup dengan seorang pilihan. Hmmmm "Baiklah tiba giliranku?" itulah tanyaku di dalam hati.

Yup, Bagaimanapun, setiap orang memiliki waktu terbaiknya masing-masing. Ada yang sekarang, kemarin, besok atau bahkan nanti pada waktu yang belum kita ketahui. Tak selamanya semua yang serba cepat itu baik.

Mengapa? Tentu karena dibalik semua kejadian selalu akan ada sesuatu yang ingin disampaikan-Nya kepada kita : tentang makna berjuang dan meneguhkan kesabaran. Ya, Allah tentu bermaksud bik ketika dia menunda atau menangguhkan apa yang menjadi keinginan kita. Teguhkan saja perjuangan dan kesabaran kita tanpa perlu membanding-bandingkan diri dengan apa yang sudah dilakukan atau didapatkan oleh orang lain.

Tahukaj kamu? Menunggu tak selalu buruj dan menyedihkan. Menunggu itu sebenarnya sederhana. Yang membuat rumit adalah sikap kita yang kurang sabar, mudah mengeluh, dan menggerutu, juga enggan percaya pada ketetapan waktu terbaik menurut-Nya. Berjuang juga tak selalu melelahkan. Berjuang sebenarnya juga sederhana, ia bisa menjadi rumit ketika kita sibuk menghitung ala yang telah diperjuangkan.

Tenang saja !!!
"Waktu terbaik kita tidak harus selalu sekarang seperti waktu terbaik milik orang lain, sebab semua orang punya waktu terbaiknya masing-masing". Selamat berjuang menjemput waktu terbaik !!! Semoga perjuangan dan sabar kita senantiasa tidak mudah rapuh, sebab didepan sana ada kebaikan yang sedang menunggu dan memperhatikan dari jauh 😊



Buku "Menata Kala" hal.33-35



Jakarta, 29 Desember 2018
Khusnil Hotimah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Alasan Mengapa Merantau Membuat Kamu Menjadi Pribadi Yang Tangguh

Belajar Dari Awak

Adab Dalam Ilmu